7 Tanda Kamu Salah Pilih Pacar

0
501

pacar_salahHai Ladies, bagaimana rasanya setelah punya pacar dan mengubah status single kamu jadi in relationship?

Lho, kok kamu tidak terlihat bahagia sih, kenapa?

Faktanya, setelah berhasil punya pacar dan tidak single lagi, hanya sedikit saja wanita yang merasa bahagia. Sebagian lainnya mengaku hanya merasa excited pada tahapan pendekatan saja. Ketika sudah jadian, ya rasanya gitu-gitu aja.

Pacaran adalah hubungan yang lebih serius, yang didasari oleh komitmen untuk bisa mengenal satu sama lain lebih dalam. Pacaran ini sama halnya seperti sebuah riset, apakah nantinya kamu akan memutuskan hidup selamanya dengannya. Dalam tahapan ini, kedua pihak juga saling menunjukkan kelebihan serta kekurangan masing-masing, ada yang bisa diterima, ada yang memang perlu diperbaiki.

Serumit itu ya ternyata pacaran? Yeap tentu saja, apalagi kalau kamu sudah berpikir untuk mencari pasangan hidup, tentu saja pacaran bukan sekedar having fun dengan lawan jenis saja.

Bila dalam hubungan yang baru saja kamu bangun ini kamu tidak merasa bahagia, kemungkinannya ada dua. Yang pertama kamu terlalu terburu-buru dan hanya tidak ingin single terlalu lama, atau memang karena kamu salah memilih kekasih.

Tak sebaiknya memang, memilih kekasih itu seperti menghitung kancing. Selama ada yang tertarik pada kamu, kemudian kamu coba. Tidak, tidak seperti itu.

Mencari kekasih juga harus tetap disesuaikan dengan kriteria kamu, setidaknya kriteria ini bisa membantu kamu memilih. Selebihnya, kamu bisa menoleransinya saat sudah menjalin hubungan nanti. Nah, berikut adalah tanda-tanda bila ternyata kamu salah memilih pacar. Coba kamu rasakan dan renungkan, benarkah ini yang membuat kamu tidak bahagia dalam hubungan.

Kamu terlalu berusaha membuatnya tertarik
Yang paling menyenangkan dari dicintai adalah, ketika ia mengagumi kamu dan menjadikan kamu segalanya. Tanpa bersusah payah, ia akan menyukai semua hal tentang kamu, bahkan problem berat badan atau problem jerawat kamu.

Tetapi, kalau kamu berusaha selalu membuatnya tertarik. bahkan kamu berusaha menjadi orang lain, tentunya hal ini akan menjadi beban. Dan sadarilah, bahwa ini adalah hal utama yang menunjukkan kalau kamu tidak cocok dengannya.

Tidak suka mendengarkan Kamu
Dia suka bercerita ini itu, mengeluh ini itu, dan rasanya setiap bertemu, hanya dirinyalah yang menjadi bahan pembicaraan. Ingatlah, di sini kamu tidak sedang ngefans dengan seseorang, tetapi kamu menjalin komitmen dengannya, sehingga bukan hanya melulu dia saja yang dijadikan obyek pembicaraan. Bukan aku atau bukan kamu, melainkan kita.

Dia tidak punya hobby
Kamu mengenalnya belum lama. Kamu bahkan tak tahu apa kesenangannya, apa hobbynya. Sepertinya baik-baik saja, tetapi pria yang tak punya hobby tidak akan memiliki ambisi yang akan dikejar, hidupnya akan terasa lempeng-lempeng saja dan membosankan. Yang bisa dipastikan, kamu juga jadi mudah bosan.

Selalu cari topik aman
Kamu tahu bahwa ia adalah orang yang sensitif dan mudah marah, sehingga kamu berusaha sebisa mungkin menjaga perkataan agar tidak memicu pertengkaran. Sedangkan ia, ia tidak peduli efek atas perkataannya, dan dengan bebas bisa berbicara apapun. Tekanan yang cukup besar dalam hal ini akan lambat laun membuat kamu stres. Bukan orang seperti ini yang kau cari. Kamu harus mencari pria yang bisa diajak ngobrol timbal balik tentang segala hal, dan tidak selalu membuat kamu harus berusaha keras sendiri.

Kamu melakukan segalanya untuknya
Ketika ia membutuhkan sesuatu, kamu yang akan berusaha melakukan ini itu untuknya. Pertanyaannya, apakah ini yang disebut hubungan sehat? Dalam percintaan memang ada pengorbanan, tetapi bukan berarti kamu harus mencukupi semua kebutuhannya kan?

Dia terlalu banyak komplain
Ia tak suka kamu begini dan begitu. Banyak hal yang ia protes dari kamu, dan bahkan ia tak segan-segan menilai A to Z dari diri kamu.

Manusia tidak ada yang sempurna, demikian juga kamu. Kalau memang ada hal-hal yang kurang baik, bisa saja hal itu diberi masukan dan diperbaiki. Tetapi kalau semua dinilai kurang baik, lantas apa yang membuatnya jatuh cinta pada kamu?

Dia kasar pada kamu
Kamu memang mengenalnya sebagai orang yang bertemperamen tinggi, tetapi bagaimanapun juga, apabila ia mencintai kamu, ia tidak akan berusaha kasar pada kamu. Ia cenderung akan menjaga perkataan maupun perbuatan, agar lebih lembut dan membuat kamu bahagia.

Tak perlu terlalu khawatir apabila memang kamu tidak cocok dengannya. Lebih baik kamu kembali menyandang status single dan mencari pria yang lebih baik daripada kamu harus bertahan dalam hubungan yang membuat kamu tidak bahagia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here